Speechless
2008 December 13
Speechless, Ohh…
speechless, keterasinganku semakin menjadi-jadi
speechless, khayalanku semakin membunuh sadarku
speechless, hadirmu seolah tak mampu kubedakan dengan hadirnya
speechless, bisikmu senyata gumamnya
speechless, ingin kuraih dirimu, ku dicegah dirinya
speechless, saat kugenggam asamu, dirinya melepaskan dengan paksa
speechless, bersuaralah, kenapa kau diam saja
speechless, tidakkah kau rasakan galaunya, risaunya, resahnya, gundahnya
speechless, berteriaklah kumohon…
speechless, atau barangkali berikan aku pelukmu, jangan tinggalkan aku
speechless, tertawalah kau karena kini ku speechless





knapa harus speechless kalau pnya jiwa,speechless mungkin skedar diam dalam berkata,tapi jiwa masih bisa berkreasi..menunggu..mulai menyalakn api,menjelang saat d mana teriakan tak dibutuhkan,karena karisma yang hadir dari jiwa yang selama ini speechless berbalik membuat orang lain speechless.., he6x..weeek. . . .
bakar kemenyan itu, kawan…
hirup hawa di udara selepas hujan…
resapkan aroma yang menguar di tanah yang dibakar matahari..
dan pandangilah lagi, mata bayi-bayi yang miskin dan dimiskinkan politik kampret ini…
setelah itu bertanyalah, sejarah seperti apa yang akan kauukir buat mereka?
orang-orang di keramaian bisa memandang remeh dan ingin menghentikan langkahmu…
tetapi aku hanya ingin katakan, Tetaplah Mendengar Kata Hatimu…, sai dipar-sahala-i namarhuaso i ma langkam. Horas!